
Batu Bara,Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Batu Bara Hakim terbongkar ingkar janji menerima kunjungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Organisasi Wartawan Online (IWO) Batu Bara untuk mengkonfirmasi dugaan penyimpangan anggaran. Saat waktu yang telah ditentukan, pejabat tersebut justru memilih menyembunyikan diri dengan alasan tugas mendadak ke Medan – tindakan yang dinilai sebagai bukti adanya sesuatu yang dihindari.
“KADIS BERJANJI TERIMA, KETIKA DATANG MALAH HILANG”
Penasehat IWO Batu Bara, Zainuddin (akrab disapa Zen), mengungkapkan bahwa sebelumnya Kadis melalui Sekretarisnya telah secara jelas berjanji akan menerima tim IWO yang akan mengajukan pertanyaan terkait dugaan penyimpangan di dinas tersebut. Namun saat tim tiba di kantor Dinas Koperasi UMKM pada Jumat (27/2/2026), staf administrasi Wida selalu menyatakan pemimpinnya sedang ada tugas mendadak ke Medan.
Sekretaris Dinas Koperasi UMKM Radiansyah F Lubis juga mengakui hal tersebut. “Iya tadi sudah saya tanyakan kepada ajudan bahwa Bapak ada tugas mendadak ke Medan,” ucapnya.
Zen menilai sikap Hakim sangat menyakitkan dan menunjukkan kecurigaan yang kuat. “Kalau memang benar ada tugas mendadak, seharusnya pihak Kadis atau stafnya segera menghubungi kami agar tidak datang sia-sia. Tapi tidak ada pemberitahuan sama sekali – ini jelas menunjukkan ada yang dihindari,” tegasnya.
TARGET KONFIRMASI: ANGGARAN BIMTEK RP4,5 MILYAR YANG DIDUGA DIPECAH-PECAH
Tujuan utama kunjungan IWO adalah untuk mempertanyakan tiga poin besar terkait penggunaan anggaran tahun anggaran 2025 di Dinas Koperasi UMKM Batu Bara:
– Belanja jasa bimtek kepada pihak ketiga senilai Rp3,4 miliar
– Belanja swakelola honorarium narasumber, moderator, pembawa acara, dan panitia senilai Rp950 juta
– Belanja alat dan bahan untuk kegiatan kantor senilai Rp645 juta
Total anggaran kegiatan bimtek yang mencapai Rp4,5 miliar diduga sengaja dipecah menjadi 198 paket kegiatan – sebuah langkah yang menurut Zen jelas menunjukkan upaya untuk melakukan markup anggaran. “Kita menduga ada aroma korupsi yang sangat kuat dalam kegiatan bimtek tersebut. Dengan menghindarinya meskipun dengan alasan tugas mendadak, sudah merupakan indikasi bahwa ada hal-hal yang tidak ingin terungkap ke publik,” ujar Zen dengan tegas.
IWO TEGAS: AKAN TERUS MENGAWASI DAN MENUNTUT TRANSPARANSI
Tim IWO Batu Bara menyatakan tidak akan berhenti hanya karena Kadis Hakim menghindari konfirmasi. Mereka akan terus mengawal penggunaan anggaran publik di Dinas Koperasi UMKM dan akan melakukan upaya berikutnya untuk mendapatkan klarifikasi yang jelas.
“Anggaran yang digunakan adalah uang rakyat, tidak boleh digunakan sembarangan atau malah menjadi sumber korupsi. Kita akan terus mengejar hingga mendapatkan jawaban yang memuaskan dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan untuk kepentingan masyarakat,” tegas Zen.
IWO juga menyatakan akan melaporkan kondisi ini kepada pihak pemerintah kabupaten dan instansi penegak hukum jika tidak ada tindakan nyata dari Dinas Koperasi UMKM Batu Bara untuk membuka data dan memberikan klarifikasi yang transparan.
Sumber ketua IWO Batu Bara









