Beranda / Pemerintahan / KEMARAHAN WARGANET DAN ORANG TUA! MBG SD 165736 TEBING TINGGI BERISI SALAK BUSUK, MENU DINILAI TIDAK BERGIZI  

KEMARAHAN WARGANET DAN ORANG TUA! MBG SD 165736 TEBING TINGGI BERISI SALAK BUSUK, MENU DINILAI TIDAK BERGIZI  

Tebing Tinggi, global24jam.my.id  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nasional di Kota Tebing Tinggi menjadi sorotan publik setelah ditemukan kasus masalah serius di SD 165736 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padang Hilir. Paket MBG yang diberikan ternyata mengandung buah salak busuk, sementara komposisi menu dinilai tidak sesuai standar dan lebih seperti camilan – kejadian ini membuat warganet dan orang tua siswa sangat kesal.

Pada Senin (23/02/2025), orang tua siswa mengeluarkan keluhan besar setelah anak-anak mereka menemukan salak dalam kondisi busuk dan tidak layak konsumsi. Menu MBG yang diberikan untuk tiga hari konsumsi meliputi roti eceran (2 bungkus, harga 2 ribu rupiah per bungkus), rendang 1 potong, telur 1 butir, salak 1 buah, susu Indomilk 110 ml, manggis 1 buah, dan pokat 1 buah.

Banyak pihak menegaskan kekhawatiran mereka terkait kesegaran makanan yang harus dikonsumsi selama tiga hari berturut-turut, terutama karena sebagian besar siswa tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai di rumah.

Selain masalah makanan, Kepala Sekolah SD 165736 Ruben juga mengumumkan bahwa tas yang awalnya diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dikembalikan karena akan dibawakan kembali oleh anggota SPPG. Informasi ini langsung memicu pertanyaan dan kekesalan di kalangan orang tua siswa.

“Kami khawatir bukan hanya salak yang bermasalah, tapi juga makanan lain yang mungkin tidak awet jika disimpan terlalu lama tanpa pendingin,” tegas salah satu orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya.

Warganet juga memberikan kritik tegas, menyatakan bahwa menu yang diberikan tidak memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah dan lebih mirip dengan paket camilan ketimbang makanan bergizi.

Hingga saat ini, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi belum memberikan klarifikasi resmi terkait kasus ini. Masyarakat menuntut peninjauan ulang tuntas terhadap sistem pengawasan dan penyusunan menu MBG agar program ini benar-benar bermanfaat bagi generasi muda dan tidak hanya menjadi formalitas yang mengecewakan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *