BATU BARA, global24jam.my.id – Kondisi keamanan di Kelurahan Limapuluh Kota, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, semakin memprihatinkan akibat maraknya aksi pencurian yang tidak kunjung berhenti. Puluhan warga di wilayah ini, khususnya Blok 8, kini hidup dalam ketakutan dan kekecewaan karena para pelaku terus berani melakukan kejahatan tanpa rasa takut, sementara harapan akan penindakan tegas dari aparat penegak hukum tampaknya belum terealisasi dengan maksimal.02/02/ 2026.
Warga telah lama merasakan dampak buruk dari gelombang pencurian yang melanda daerah ini. Mulai dari kebun kelapa sawit milik petani yang menjadi sumber mata pencaharian utama hingga barang berharga di dalam rumah warga seperti perabot rumah tangga, peralatan elektronik, sepeda motor, bahkan bahan bangunan seperti besi dan kayu seringkali hilang dicuri. Bukan hanya itu, beberapa kasus bahkan mencatat adanya pembongkaran bagian rumah yang ditinggal pemiliknya.
“Tolong Bapak Kapolres Batu Bara! Kami sudah tidak tahan lagi dengan situasi yang seperti ini. Setiap hari kita hidup dalam ketakutan – takut kebun sawit yang kita rawat dengan susah payah dicuri, takut rumah kita menjadi target selanjutnya. Kami resah sekali dengan aksi pencurian di Limapuluh Kota ini. Harapan saya yang paling utama: segera tangkap mereka semua, jangan biarkan pelaku berlari dan terus mengganggu masyarakat!” tegas seorang warga lansia berusia 71 tahun yang hanya dikenal dengan inisial TH, saat ditemui di kediamannya di Blok 8, Rabu pagi (31/01).
TH menjelaskan bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat pencurian sangat besar bagi warga blok 8. Sebagian besar warga di Limapuluh Kota bergantung sepenuhnya pada hasil kebun sawit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, membayar biaya pendidikan anak-anak, hingga biaya kesehatan keluarga. Ketika hasil panen yang sudah siap dipetik tiba-tiba hilang dicuri, itu bukan hanya kerugian materi yang dirasakan, melainkan juga harapan yang hancur.
“Kita merawat pohon sawit selama bertahun-tahun, menyiram, menyiangi, memupuk dengan penuh kerja keras. Ketika akhirnya siap panen, malah habis dicuri. Bagaimana kita bisa hidup? Siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian kita?” tambah TH dengan nada penuh emosi.
Kekecewaan yang mendalam juga diutarakan oleh Sitinjak (45), warga Blok 8 yang juga menjadi korban pencurian. Ia mengaku telah kehilangan kendaraan sepeda motor Honda dalam waktu kurang dari 1 bulan terakhir. Yang lebih membuatnya kesal adalah informasi yang beredar di masyarakat mengenai identitas pelaku yang sebenarnya sudah tidak menjadi rahasia lagi.
“Saya merasa sangat kecewa – malingnya jelas-jelas orang yang kita kenal, bahkan tinggal tidak jauh dari sini! Kita tahu siapa mereka, kita tahu mereka sering berkeliaran dan bahkan tidak menyembunyikan aktivitasnya. Tapi mengapa belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang? Mohon kepada Bapak Kapolres untuk segera menindaklanjuti sesuai hukum, jangan ada kompromi, jangan ada yang dilindungi. Kita butuh keadilan, kita butuh keamanan yang sesungguhnya!” tukasnya dengan tegas.
Sejumlah tokoh masyarakat lokal yang tidak mau disebutkan namanya juga mengkonfirmasi bahwa masalah pencurian ini bukan hanya terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Meskipun telah ada laporan yang disampaikan ke kantor Polsek Limapuluh dan bahkan ke Polres Batu Bara, tanggapan dan tindakan yang dilakukan dinilai masih belum maksimal untuk mengakhiri masalah ini secara tuntas.
“Kita sudah berkali-kali melaporkan kasus pencurian, memberikan informasi dan petunjuk mengenai kemungkinan pelaku, tapi hingga saat ini belum ada hasil yang memuaskan. Bahkan ada kalanya pelaku yang sudah pernah ditangkap kembali bebas dan melakukan kejahatan lagi. Ini menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan masih belum cukup tegas. Kita membutuhkan tindakan yang kuat, tidak hanya menangkap tapi juga memastikan mereka mendapatkan hukuman yang sesuai agar tidak mengulangi perbuatan jahatnya,” jelas salah satu tokoh masyarakat tersebut.
Masyarakat juga mengungkapkan bahwa kondisi keamanan yang tidak kondusif ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Banyak pedagang kecil yang enggan datang ke daerah ini untuk berjualan, beberapa acara masyarakat harus dibatalkan atau diganti waktu, dan bahkan ada warga yang mulai mempertimbangkan untuk pindah tempat tinggal jika situasi tidak segera membaik.
Masyarakat memberikan pesan yang sangat jelas dan tidak bisa disepelekan kepada Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Batu Bara beserta seluruh jajarannya: segera mengambil langkah konkret, tegas, dan tuntas untuk menghentikan gelombang pencurian yang melanda Limapuluh Kota. Jangan biarkan pelaku terus berlarian dan mengganggu keamanan masyarakat. Warga membutuhkan keadilan yang cepat dan keamanan yang terjaga dengan baik – bukan janji kosong atau tindakan separo yang tidak membawa perubahan nyata.
“Kita percaya pada polisi, kita harapkan bantuan dari polisi. Tapi harapan itu tidak bisa terus dipertahankan jika tidak ada tindakan yang nyata. Segera bertindak, Bapak Kapolres! Limapuluh Kota butuh keamanan sekarang juga!” pungkas salah satu warga dengan nada tegas.









