Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas melalui konferensi video pada Senin (19 Januari 2026). Rapat yang menghubungkan lokasi Jakarta dan London ini fokus pada pembahasan perkembangan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan yang telah dibentuk sejak Januari 2025, tepat dua bulan setelah beliau menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Di markas utama di Jakarta, rapat diikuti oleh sejumlah anggota Kabinet Merah Putih dan pejabat tinggi negara, antara lain Jaksa Agung, Menteri Pertahanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Menteri Hukum dan HAM, Menteri Sekretaris Negara, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sementara itu, Presiden Prabowo didampingi langsung oleh Menteri Luar Negeri, Menteri Kehutanan, dan Sekretaris Kabinet RI yang tengah berada di London dalam rangka kegiatan kerja sama internasional terkait pengelolaan sumber daya alam.
Agenda utama pertemuan ini adalah mengevaluasi kinerja Satgas selama satu tahun beroperasi, termasuk capaian penertiban aktivitas ilegal di kawasan hutan, koordinasi antar instansi, serta langkah-langkah strategis untuk memperkuat upaya pelestarian dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Selain itu, juga dibahas tentang sinergi dengan pihak internasional dalam menangani permasalahan lintas batas yang terkait dengan eksploitasi hutan tidak bertanggung jawab.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara semua pihak untuk memastikan keberlanjutan program penertiban, sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya hutan. Beliau juga menyampaikan bahwa pengelolaan kawasan hutan merupakan bagian krusial dari upaya negara dalam menangani perubahan iklim dan memajukan pembangunan berkelanjutan.
Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang fokus spesifik pembahasan terkait kerja sama internasional dalam rapat tersebut?
Diedit oleh Rahmat Hidayat









