Beranda / Uncategorized / Retribusi Sampah Dikutip Rutin, Pasar Pagi Tanjung Tiram Terancam Aroma Menyengat Akibat Parit Tersumbat

Retribusi Sampah Dikutip Rutin, Pasar Pagi Tanjung Tiram Terancam Aroma Menyengat Akibat Parit Tersumbat

BATU BARA,global24jam.my.id – Kondisi tidak mengenakkan menghadang pedagang dan pembeli di Pasar Pagi Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Parit yang seharusnya mengalirkan air dari kawasan pasar kini penuh dengan sampah, menyebabkan bau busuk menyengat dan aliran air terhambat.

Kondisi ini terungkap melalui unggahan video akun Facebook @Kamel Kamel pada Kamis (5/2/2026). Dalam video berdurasi 2 menit 48 detik, seorang ibu pedagang yang tidak disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa setiap pedagang dikenakan retribusi sampah sebesar Rp2.000 per hari. Sementara itu, toko dan grosir di sekitar pasar dikenai retribusi sebesar Rp15.000 per bulan.

“Kita hampir 1000 pedagang di sini, semua sudah membayar retribusi secara rutin. Tapi sampahnya tetap saja berserakan, bahkan paritnya pun penuh sampah,” ujar pedagang tersebut dalam video.

Meski retribusi telah dibayarkan secara teratur oleh seluruh pelaku usaha di pasar, pengelolaan sampah dan pemeliharaan parit ternyata belum berjalan optimal. Hal ini membuat lingkungan pasar menjadi tidak nyaman dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi pengunjung dan pedagang.

Ketika dikonfirmasi terkait permasalahan ini melalui seluler, Plt. Kepala Dinas Perlindungan Konsumen dan Lingkungan Hidup (Perkim Lingkungan Hidup) Kabupaten Batu Bara, Tavy Juanda, belum memberikan respon apapun.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *